Sabtu, 18 April 2015

Idealisme Primus Yustisio


Primus dalam satu momen kampanye Pemilu Legislatif
Sore itu sekitar hari rabu minggu lalu, saya kaget ketika tiba-tiba Primus datang dan mengucapkan salam sebagai seorang yang menurut saya, primus adalah seorang periang dan tanpa beban. ‘hallo guys’, sapanya kepada saya dan dua orang teman yang sama-sama membantu kerja-kerja primus sebagai anggota DPR. Saya yang paling ‘yunior’ diantara dua kawan yang lebih dulu bersama Primus di DPR.

Primus pun mengajak kami bertiga untuk rapat koordinasi tentang agenda rapat esok hari dengan Pertamina dan PGN. Sebagai new camer dan belum menguasai masalah untuk agenda rapat dengan pertamina dan PGNsaya lebih banyak diam dan mengamati mimik serius primus saat membicarakan masalah-masalah pertamina dan PGN terkait kenaikan BBM dan gas elpiji.

Saya pun penasaran dan mencoba membuktikan, apakah yang ia bicarakan kepada kami dengan keseriusannya juga ia sampaikan dengan gaya yang sama langsung di hadapan mitra kerjanya. Lewat fraksi Balkon, saya pun menyaksikan primus berapi-api mengurai masalah-masalah mitra kerjanya.

Saya pun tercengang, Primus pun sama seriusnya ketika rapat dengan kami diruangannya. Marah, tersinggung, dan menghardik mitranya yang tak peka. Kata-kata keras nan pedas keluar dari mulutnya, mengkritik mitranya yang tak peduli pada kondisi rakyat.

Dari pembicaraan dengan kami di ruangan kerjanya, ia berkata, ‘bahwa ia tak memiliki beban apapun untuk berbicara mengenai apapun kekurangan pemerintah’. Tugas-tugas kedewanannya ia lakukan dengan baik dan ‘tangannya tak pernah kotor’ oleh hal-hal negatif di DPR.

Kesimpulan saya sebagai orang yang baru mengenal baik serta bekerja padanya, Primus adalah pribadi yang tekun, jujur serta apa adanya. Primus sangat dapat diandalkan untuk membawa suara rakyat, menjadi corong kepentingan publik. Beberapa orang anggota DPR F-PAN yang saya kenal dan akhirnya tahu saya bekerja padanya mempunyai kesan yang baik terhadap primus. Dalam pandangan mereka, primus adalah sosok yang religius.

Saya pun berterima kasih kepada kawan-kawan yang memberi kesempatan belajar menjadi bagian terpenting dari Primus Yustisio, membantu primus menapaki jejak-jejak kehidupannya di senayan. Saya selalu yakin dan percaya, bahwa seseorang yang konsisten berada pada jalur kepentingan rakyat maka ia akan jadi pemenang dan saya percaya bahwa primus dapat menjadi pemenang dalam menggapai karir politiknya. Semoga!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar